Emping Melinjo Pandeglang, Camilan Renyah yang Menghidupi Ribuan Keluarga
Pandeglang dikenal sebagai sentra emping melinjo. Dari dapur rumahan, camilan renyah ini dipasarkan ke berbagai kota dan menjadi andalan ekonomi warga.

Pandeglang memiliki banyak pohon melinjo yang tumbuh subur di pekarangan warga. Dari buahnya, lahirlah emping melinjo, camilan renyah dengan rasa gurih khas yang sedikit pahit. Emping Pandeglang sudah lama dikenal sebagai salah satu yang terbaik.
Dibuat dengan Ketekunan
Proses pembuatan emping masih banyak dilakukan secara tradisional. Biji melinjo disangrai, dikupas kulit kerasnya, lalu ditumbuk atau dipipihkan satu per satu hingga tipis. Lembaran emping kemudian dijemur di bawah sinar matahari sebelum siap digoreng atau dijual mentah.
Pekerjaan ini membutuhkan kesabaran dan keterampilan. Banyak ibu rumah tangga di desa-desa Pandeglang menekuninya sebagai sumber penghasilan tambahan keluarga.
Inovasi Rasa dan Kemasan
Para pelaku UMKM kini terus berinovasi. Selain emping original, muncul varian rasa manis, pedas, hingga balado. Kemasan pun dibuat lebih menarik sehingga layak dijual di toko oleh-oleh modern dan platform belanja daring.
- Bahan baku melimpah dari kebun warga
- Diproduksi di rumah-rumah perajin
- Varian rasa terus berkembang
- Dipasarkan hingga luar daerah
Kebanggaan dari Desa
Emping melinjo adalah contoh nyata bagaimana potensi lokal yang sederhana dapat menjadi kekuatan ekonomi. Setiap bungkus emping yang terjual ikut menopang dapur ribuan keluarga di Pandeglang.


